4 Tips Menghadapi Revisi Dari Klien

Anda yang bekerja sebagai pekerja lepas atau pemilik perusahaan agensi yang menjalankan kolaborasi proyek dengan klien, tentu akrab dengan nama revisi. Revisi atau peningkatan hasil pekerjaan memang sering muncul dari klien karena mereka pikir masih ada sesuatu yang salah atau tidak memuaskan. Sebagai freelancer atau pemilik agensi yang merasa telah melakukan pekerjaan dengan baik sesuai dengan brief, tidak jarang kami tidak menerima revisi. Namun sebenarnya dibalik itu kita sebagai pekerja sebenarnya juga tidak ingin klien kecewa jika kemudian kita tidak melakukan revisi. Untuk saling menghibur satu sama lain, maka Anda tidak perlu panik ketika ada revisi, tetapi hadapi saja dengan cara berikut.

Buat Perjanjian

Cara pertama untuk menangani revisi klien adalah dengan membuat perjanjian yang mengikat di awal. Ketika bekerja sama dengan orang lain dalam hal ini klien, harus disepakati beberapa hal untuk menghindari perselisihan. Perjanjian ini sendiri bisa dalam bentuk poin-poin tertentu, termasuk kesepakatan dalam hal mengerjakan revisi. Mungkin Anda dapat menerima revisi tetapi agar saling nyaman, maka Anda dapat membatasi jumlah revisi yang dapat Anda kerjakan. Dengan menyetujui untuk membatasi jumlah revisi dalam proyek ini, Anda tidak perlu panik lagi untuk melakukannya dengan baik untuk membuat klien puas.

Pastikan Anda Memahami Keinginan Klien

Seperti halnya pekerja, klien adalah manusia yang memiliki karakteristik berbeda. Mungkin suatu saat Anda dapat menemukan klien yang menyenangkan tanpa meminta revisi, tetapi pada suatu waktu Anda juga akan menemukan klien yang agak rumit karena mereka meminta banyak revisi. Dari sini, Anda sebagai pekerja harus memahami posisi klien. Selain memahami bahwa mereka adalah manusia yang memiliki karakter berbeda, Anda juga harus bisa memahaminya sebagai manusia yang tidak mau kalah dalam pembelian mereka. Secara umum, setiap manusia tidak ingin kehilangan uang yang telah dihabiskan. Maka dari sini, Anda sebagai pekerja juga harus bisa memahami dan memahami posisi klien sebagai pembeli.

Baca Juga :  5 Tips Agar Tidak Bosan Dalam Bekerja

Komunikasi yang Baik dengan Menggunakan Kata-Kata yang Tepat

Selanjutnya, cara untuk berurusan dengan klien yang ingin meminta revisi adalah dengan menggunakan kata-kata yang tepat. Saat berkomunikasi dengan klien yang meminta Anda merevisi pekerjaan, tidak jarang emosi kami muncul. Apalagi jika nantinya Anda merasa telah melakukannya sesuai dengan brief, maka permintaan revisi dari klien akan sering membuat kita langsung emosional. Sekarang dari emosi yang muncul ini, kita biasanya menjadi tidak terkendali dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Ketika Anda menggunakan kata-kata yang tidak benar, Anda tentu dapat membuat klien kecewa dan tidak lagi ingin menggunakan layanan Anda. Karena itu untuk menghindari kekecewaan klien, cobalah untuk menggunakan kata-kata yang tepat dan tidak menyinggung. Intinya adalah bersabar dulu dan jangan emosional.

Jangan Sungkan dalam Argumen

Jika memang Anda menemukan klien yang keras kepala dan sulit memberi pengertian maka Anda kadang-kadang mungkin sedikit asertif. Tegas di sini tidak berarti Anda harus marah dengan klien, tetapi tegas di sini adalah bahwa Anda bertindak untuk menjaga poin-poin kesepakatan yang telah disetujui sebelum memulai proyek. Jadi, jika klien selalu berdebat dengan alasan untuk memaksa Anda mengerjakan revisi, maka Anda dapat merespons dengan argumen yang lebih kuat. Tetapi untuk dapat berdebat dengan klien, Anda harus memiliki dasar atau alasan yang kuat. Karena jika Anda hanya emosional dan tidak memiliki dasar atau alasan yang kuat, maka Anda hanya akan membuat klien kecewa dan tidak lagi ingin berlangganan kepada Anda.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *